Home / Artikel / Healthy / 'Positif Palsu', Saat Testpack Bergaris Dua Padahal Tak Hamil

'Positif Palsu', Saat Testpack Bergaris Dua Padahal Tak Hamil


'Positif Palsu', Saat Testpack Bergaris Dua Padahal Tak Hamil

Testpack merupakan salah satu alat pendeteksi kehamilan yang kini banyak digunakan karena mudah didapat dan praktis. Namun demikian, hasil yang ditunjukkan juga bisa keliru bila penggunaannya tak sesuai.

Kadang wanita sedang hamil namun hasil testpack menunjukkan ada garis satu, kadang juga wanita sedang tidak hamil tapi hasil yang ditunjukkan justru bergaris dua.

Seperti disampaikan oleh dr Khanisyah Erza Gumilar, SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, bahwa testpack atau alat untuk tes kehamilan yang beredar di pasaran adalah suatu alat yang berfungsi untuk mendeteksi hamil tidaknya seorang wanita. Penggunaannya amat praktis dan memiliki akurasi tinggi.

"Sifat metode pemeriksaan ini adalah semi-kuantitatif, dengan mengukur kadar BHcG dalam air kencing. Disebut semi kuantitatif karena hasil akhirnya biasanya berupa positif hamil (dua garis) dan negatif (satu garis), walaupun sebenarnya nilai negatif dan positif adalah suatu rentangan atau range kadar BHcG yang mampu dideteksi oleh alat tersebut," tutur dr Erza kepada detikHealth.

dr Erza tak menampik bahwa tingkat akurasi testpack amat tinggi, bahkan ada yang mengklaim mendekati 99 persen. Hanya saja, perlu diingat bahwa tanda pasti hamil adalah ditemukannya kantong kehamilan.

Kadar HcG sendiri semakin meningkat seiring perkembangan janin, misalnya pada kehamilan minggu ketiga, biasanya kadar HcG masih kurang dari 5 mIU/ml, sehingga sulit dideteksi oleh testpack melalui urine. Sementara pada minggu keenam, kadar HcG umumnya meningkat menjadi sekitar 1.100 sampai 56.600 mIU/ml, sehingga sebagian besar jika benar hamil akan terdeteksi positif oleh testpack.

"Sebagian besar orang biasanya memeriksa dengan testpack karena terlambat haid lebih dari seminggu, jadi hasilnya sebagian besar positif. USG transvaginal (TVS) amat ideal dilakukan di fase ini. USG transabdominal (lewat dinding perut -red) juga dapat dilakukan meskipun tidak seakurat TVS," terang dr Erza.

Ia menambahkan, pada suatu kasus apabila terjadi hasil positif pada testpack, namun pada saat pemeriksaan USG tidak didapatkan tanda-tanda kehamilan, maka mungkin beberapa penyebabnya adalah testpack cacat produksi, rusak, atau kedaluwarsa; tidak menggunakan testpack sesuai cara pemakaian; atau urine terkontaminasi zat lain.

"Bisa juga karena usia kehamilan masih di bawah 6 minggu, yang idealnya menggunakan USG transvaginal. Alasannya adalah akurasi USG ini lebih tinggi untuk mendeteksi ada atau tidaknya kantong kehamilan dan atau detak jantung janin pada hamil usia di bawah 6 minggu. Menggunakan USG transabdominal (dilakukan di atas perut) tentunya tidak mudah dilakukan untuk mendeteksi kehamilan di bawah 6 minggu," imbuh dr Erza

 

Sumber: health.detik.com



Berita Terbaruberita terbaru lainnya

Gerbang Tol Kertasari Tegal Macet

access_time13 Juni 2018 12:43:56

Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Makin Banyak Anak, Benarkah Gigi Ibu Jadi Lebih Sedikit?

access_time 13 Juni 2018 12:26:13 folder_open 39

Wow, Peneliti Sebut Daun Teh Bermanfaat untuk Cegah Kanker Paru

access_time 28 Mei 2018 14:24:51 folder_open 58

Tren Unik Tanam Perhiasan di Bola Mata

access_time 28 Mei 2018 14:02:44 folder_open 64




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu