Home / Artikel / Motivasi / Apakah Tuhan Itu Adil?

Apakah Tuhan Itu Adil?


Apakah Tuhan Itu Adil?

Apakah Tuhan Itu Adil? “Seburuk – buruknya kehidupan memperlakukanmu, dan menghantuimu, janganlah dirimu tawar hati, apalagi pahit hati. Bagaimana mungkin kamu bisa merasakan manis jika hatimu penuh kepahitan.” "Seseorang jika mau naik kelas, pasti akan diberi ujian kan?"

Apakah Tuhan Itu Adil?

Sebagai seorang manusia yang normal, sering kali kita mempertanyakan hal tersebut, “Apakah Tuhan itu adil?”

Atau ada pertanyaan lain yang selalu terikat erat dengan segala persoalan masalah kehidupan yang kita hadapi, yaitu “mengapa?” atau “kenapa?”, dan di situ pada akhir kalimat akan selalu ada tambahan kata pamungkas “Tuhan”.

Dan pada akhirnya, kalimatnya akan menjadi, “Mengapa atau Kenapa Tuhan?”

Kemudian setelah kita merangkai kalimat tersebut, kebanyakan manusia normal akan melanjutkannya dengan, “Mengapa atau Kenapa Engkau menempatkan atau memposisikan atau menghadapkan aku pada kondisi atau situasi seperti ini?”

Dan masih banyak lagi kosa kata lain yang bisa kita rangkai menjadi sebuah kalimat tuntutan kepada Tuhan.

Memang sepertinya penulis terkesan bertele – tele atau berputar – putar dalam memakai penempatan kata, tetapi tidak dapat dipungkiri juga jika memang itu kata yang sering dipakai seorang manusia untuk melakukan sebuah aksi penuntutan kepada Tuhan.

Maksud penulis memberikan beberapa pilihan kata pada tulisan ini adalah penulis takut apabila ada orang yang mengira kata – kata tersebut memiliki arti berbeda, padahal sebenarnya memiliki arti yang sama. Jangan sampai nanti hanya karena perbedaan kata, orang jadi menerima persepsi yang berbeda.

Kembali pada pokok bahasan kita, kemudian kita sebagai seorang manusia mulai membandingkan diri kita dengan orang lain, “Kenapa / mengapa dia begini / begitu, sedangkan aku...”, lalu kita mulai mempertanyakan, “Apa salahku Tuhan?” setelah itu, “Kenapa Tuhan, mengapa Engkau tidak adil kepada diriku ini?”

Dan terkadang masih ada bentuk pembelaan diri dari kita, “Apa salahku? Aku selalu mengikuti segala perintahMu, aku taat pada setiap ajaranMu, dan selalu menjauhi segala laranganMu, aku pun selalu taat beribadah, tetapi kenapa orang lain, yang seakan jauh dariMu, hidup mereka selalu baik – baik saja, seakan tidak ada masalah yang menerpa kehidupannya.”

Itu kira – kira segelintir perwujudan bentuk rasa ketidakadilan yang pernah kita alami.

Tidak perlu anda membela diri lagi dan berkata, “Aku tidak pernah berkata seperti itu”. Siapa pun yang merasa dirinya seorang manusia normal, pasti pernah memiliki pemikiran seperti itu, entah secara langsung atau tidak langsung, entah secara sadar atau tidak sadar, entah bahasa yang digunakan lebih halus atau bahkan lebih kasar, pasti kita semua pernah berada di posisi tersebut. Saya pribadi menjawab "Ya, saya pernah". Saya katakan itu sebuah ekspresi yang normal sebagai seorang manusia. Yang jadi masalah adalah bagaimana anda menyikapi segala perkara persoalan yang anda alami.

Seburuk – buruknya kehidupan memperlakukanmu, dan menghantuimu, janganlah dirimu tawar hati, apalagi pahit hati.
Bagaimana mungkin kita bisa merasakan manis jika hatimu penuh kepahitan.

Yang perlu anda yakini adalah bahwa Tuhan itu baik, Dia tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan dirimu. Seseorang jika mau naik kelas, pasti akan diberi ujian kan?

Tetapi sebelum menghadapi sebuah ujian, kita pasti disuruh belajar terlebih dahulu kan, dan pelajaran yang Tuhan berikan kepada kita bernama kehidupan. Entah itu kehidupan yang berhubungan langsung dengan kita, atau dalam arti lain adalah pengalaman hidup kita sendiri, atau bisa jadi itu adalah pengalaman hidup orang lain.

Pengalaman merupakan guru yang paling hebat kalau menurut saya pribadi, tinggal apakah kita peka terhadapnya atau tidak.

Yang perlu kita cermati ketika ujian datang kepada kita adalah jangan sekalipun menuduh Tuhan tidak adil, setiap orang memiliki porsinya masing – masing, anda boleh berkeluh kesah pada Tuhan, tapi jangan sekalipun mengatakan Tuhan itu buruk. Introspeksi dirilah, apakah anda sudah cukup baik menjadi seorang manusia, bukan semata – mata hanya perihal hubungan anda dengan Tuhan, apakah anda sudah bisa dikatakan manusia yang baik untuk manusia yang lain, hukum mutlak yang Tuhan berikan kepada kehidupan adalah hukum sebab akibat.

Dan yang perlu saya tekankan sekali lagi adalah “Seburuk – buruknya kehidupan memperlakukanmu, dan menghantuimu, janganlah dirimu tawar hati, apalagi pahit hati. Bagaimana mungkin kamu bisa merasakan manis jika hatimu penuh kepahitan.”

Karena dari kepahitan yang anda ciptakan, akan menimbulkan segala perasaan negatif yang bisa mempengaruhi segala aspek kehidupan anda.

Yang paling teramat sangat penting adalah jangan lupa bersyukur. Bersyukur merupakan suatu perwujudan rasa terima kasih kita kepada Tuhan. Beryukurlah dengan rasa penuh terima kasih kepada Tuhan, dari lubuk hati yang paling dalam. Jangan anda selalu menuntut segala sesuatu yang anda inginkan kepada Tuhan. Bersyukurlah masih banyak yang hidupnya bisa anda nilai lebih menderita dari anda, jangan beranggapan anda makhluk yang paling menderita di dalam kehidupan dunia ini. Bukti kalau anda bukan orang yang paling menderita di dunia saat ini adalah anda masih bisa membaca apa yang saya tulis, entah sarana apa yang anda pakai, entah ponsel atau entah sejenis komputer. Masih banyak orang di luar sana yang tidak memiliki barang itu. Lalu kalau kita lihat dari sisi yang lain anda bisa membaca apa yang saya tulis itu membuktikan anda tidak buta huruf, masih banyak orang di luar sana yang bahkan tidak mengenal bentuk huruf B atau D itu seperti apa. Kalau anda ingin melihat sisi yang lebih dalam lagi dari apa yang perlu anda syukuri, anda semua masih memiliki mata yang bisa digunakan untuk melihat, sekiranya tidak perlu saya jelaskan lebih lanjut perihal ini.

Saya menulis ini bukan bermaksud menggurui, saya hanya berusaha berbagi pengalaman hidup. Saya berharap dengan tulisan ini, mata kita semua bisa semakin terbuka pada kehidupan yang ada di sekitar kita dan kehidupan yang ada di sekitar kita itu bisa menjadi guru bagi kita semua. Serta semoga beberapa saran saya bisa membantu anda dalam menjalani kehidupan. Jika saya masih diberi kesempatan untuk menulis lagi di lain waktu, saya akan mencoba menjabarkan beberapa poin yang ada di atas. Apabila ada perkataan yang kurang berkenan, saya mohon maaf.

Dan satu lagi hiduplah dengan penuh pengharapan kepada Tuhan, di dalam pengharapan akan menimbulkan perasaan positif yang baik untuk memotivasi diri kita sendiri, terlebih lagi kita tahu bahwa Tuhan sayang terhadap kita dan Dia tidak akan sekalipun meninggalkan kita, selama kita juga mencerminkan pribadiNya di dalam kehidupan ini. Kita semua tahu dan percaya bahwa Tuhan itu baik.

Terima kasih, Berkah Dalem untuk kita semua.

 

Sumber: vebma.com



Berita Terbaruberita terbaru lainnya

Gerbang Tol Kertasari Tegal Macet

access_time13 Juni 2018 12:43:56

Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Makin Banyak Anak, Benarkah Gigi Ibu Jadi Lebih Sedikit?

access_time 13 Juni 2018 12:26:13 folder_open 35

Wow, Peneliti Sebut Daun Teh Bermanfaat untuk Cegah Kanker Paru

access_time 28 Mei 2018 14:24:51 folder_open 55

Tren Unik Tanam Perhiasan di Bola Mata

access_time 28 Mei 2018 14:02:44 folder_open 61




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu