Home / Artikel / Relationship / Janganlah Kau Bilang Sayang, Bila Tak Sanggup Meminang

Janganlah Kau Bilang Sayang, Bila Tak Sanggup Meminang


Janganlah Kau Bilang Sayang, Bila Tak Sanggup Meminang

Apalah faedahnya hubungan yang tiada ujungnya? Sama sekali nggak ada kepastian kapan janur kuning melengkung di pekarangan rumah.

Awal berhubungan masih menyenangkan. Penuh dengan cinta dan tawa. Humor meletup… tapi lama-lama meredup. Mengapa? Karena lidah begitu kelu bilang sayang lagi. Sebab, takut menyakiti.

Apalah faedahnya hubungan yang tiada ujungnya? Sama sekali nggak ada kepastian kapan janur kuning melengkung di pekarangan rumah. Ini adalah hubungan yang hanya dilandasi rasa suka sama suka… tapi kemudian cepat berpaling karena bosan dan sibuk

Benar-benar tanpa komitmen… apakah masih layak dilanjutkan? Status jelas ada, pacar… tapi status masa depan? Menggantung… sama sekali nggak ada tanda-tanda keberanian untuk menikah. Sekali lagi mesti ditanya, sampai kapan?

Manusia adalah makhluk yang butuh kepastian. Nggak Bisa Selamanya Digantung. Tidak ada satu pun yang berharap pacarannya menggantung.

Menikah itu soal komitmen diri masing-masing. Baik pihak cewek maupun cowok. Dan ini hanya bisa ditumbuhkan dengan niat yang kuat. Kalau nggak niat. Nggak ada pula minat. Maka sudah dipastikan komitmennya palsu. Hanya akan menjadi janji-janji yang menumpuk, bagaikan tumpukan merang padi di sawah. Yang lama-lama ditumbuhi jamur.

Mengapa mesti bilang sayang? Yang malah ujung-ujungnya nggak bisa meminang. Padahal rasa sayang itu salah satu pintu masuknya alam birahi. Kamu tahu alam birahi?

Birahi adalah alam di mana hampir nggak ada seorang pun yang sanggup lari darinya, kecuali karena iman dan takwanya.

Istilah pacar memang hanyalah sebuah status yang kendur. Nggak ada jaminan untuk setia dan bertanggungjawab. Tapi nggak seharusnya disalahgunakan juga. Karena pada dasarnya, ketika cewek dan cowok bertemu, dan mereka saling sayang, maka tetaplah harus memiliki gambaran masa depan mau di bawa ke mana hubungannya.

Oleh sebab itu, janganlah kamu mudah mengambil keputusan untuk pacaran. Karena ini bahaya sekali. Selemah apapun ikatan sebuah pacaran, tetap saja sisi psikologismu terpengaruh.

Intinya, jangan PHP lah… Orang pacaran itu memang enak. Gampang sekali bilang sayang sama pasangannya… Menyenangkan tiap hari jalan bersama. Chatting tiada hentinya… Tapi hidup itu nggak cuma urusan sepele remeh-temeh begini.

Hidup itu serius... nggak isinya senang-senang ala pacaran doang! Manusia terus bertambah umurnya dan apa nggak kepengin seperti mereka yang kini sudah berumah tangga?

Coba kamu perhatikan kehidupan orang yang kini sudah berumah tangga! Apa kamu nggak ingin seperti mereka? Punya rumah… tinggal berdua dalam rumah tanpa takut digerebeg polisi… Semua itu bermula dari komitmen buat serius… serius meminang! Untuk menikah! Dan benar-benar komitmen ini dilaksanakan… di-ikhtiar-i…

Jangan terlalu banyak bermain-main dengan perasaan intinya. Kedewasaan hubungan dan emosional manusia hanya dapat dicapai melalui jalan perkawinan resmi. Bukannya pacaran yang isinya sayang-sayangan gombal dan galau…!

Cobalah untuk belajar “disiplin dan bertanggungjawab” dalam mengumbar perasaan. Apa dikira Tuhan nggak mengawasi perasaan diri kita? Tuhan senantiasa mengawasi… Kalau rasa dan ucapan sayang kita tak pernah diniatin buat “ibadah” dengan “menikah”, tunggu saja tanggal kehancurannya. Maaf… ini hanya pengalaman dan opini! Silahkan… kamu sendiri yang menentukan harus bagaimana bersikap!

 

Sumber: vebma.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Sakit Tengorokan? Racik 5 Minuman Herbal Ini untuk Mengatasinya

access_time 08 Agustus 2018 09:18:26 folder_open 126

Peegasm, Kenikmatan Setelah Menahan Pipis yang Ternyata Berbahaya

access_time 08 Agustus 2018 09:06:09 folder_open 223

Habis Makan Siang Jangan Langsung Tidur, 4 Hal Ini Mengintai

access_time 06 Agustus 2018 12:35:15 folder_open 180




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu