Home / Artikel / Healthy / Susah Tidur? Coba Lakukan 4 Trik Ini Agar Lebih Mudah Terlelap

Susah Tidur? Coba Lakukan 4 Trik Ini Agar Lebih Mudah Terlelap


Susah Tidur? Coba Lakukan 4 Trik Ini Agar Lebih Mudah Terlelap

Malam sudah larut, tapi mata tak kunjung terpejam? Situasi ini pastinya bisa membuat Anda merasa jengkel. Tapi tenang, bukan berarti tak ada yang bisa Anda lakukan untuk mengakali supaya mata bisa lebih mudah terpejam.

Seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan agar Anda bisa lebih mudah memejamkan mata. Apa saja? Simak pemaparannya berikut ini.

1. Mencuci piring

Menurut buku 'One Second Ahead: Enhance Your Performance at Work with Mindfulness', aktivitas perseptual yang dilakukan 60 menit sebelum waktu tidur bisa membantu 'mengundang' kantuk dan tidur lebih baik. Aktivitas perseptual yang dimaksud adalah kegiatan santai yang tidak membuat seseorang banyak berpikir. Kegiatan ini ditengarai bisa membantu menangkap gelombang melatonin.

Nah, aktivitas perseptual yang bisa dilakukan antara lain mencuci piring, mengajak hewan peliharaan jalan-jalan, mendengarkan musik, ataupun membersihkan sampah di dapur lalu membuangnya ke bak sampah. Ini adalah kegiatan sepele yang membuat kesadaran diri Anda tetap terjaga namun tetap rileks.

Sebaliknya, kegiatan yang memicu Anda banyak berpikir misalnya berdiskusi, membalas e-mail, bekerja, atau membaca jangan dilakukan menjelang tidur. Kegiatan tersebut membangkitkan perhatian Anda sehingga malah menekan keinginan untuk tidur.

Menurut para penulis 'One Second Ahead: Enhance Your Performance at Work with Mindfulness', melatonin adalah zat kimia di saraf otak yang menentukan kualitas tidur. Ketika melatonin dilepaskan, seseorang menjadi rileks, mengantuk, dan akhirnya tertidur.

2. Mandi

Studi dari Center for Sleep Medicine di NewYork-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center menemukan bahwa kebiasaan ini dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks menjelang istirahat.

Peneliti Dr Dianna Augelli bahkan menganjurkan Anda untuk menjadikan mandi malam sebelum tidur menjadi kebiasaan. "Mandi malam merupakan proses pendinginan yang memberi sinyal tubuh bahwa itu adalah saatnya untuk beristirahat," tutur Augelli, dikutip dari Women's Health Mag.

Ia melanjutkan, waktu mandi yang dianjurkan adalah sekitar 90 menit sebelum tidur. Dalam waktu tersebut, tubuh memiliki cukup waktu untuk mengatur ritme sirkadian, yang memberi sinyal pada seluruh tubuh agar rileks.

"Tepat setelah mandi, Anda akan merasa lebih berenergi dan aktif. Namun dengan berjalannya waktu tubuh akan memulai proses pendinginan, sistem tubuh akan lebih siap untuk beristirahat," imbuh Augelli.

3. Minum susu

Secara teori, para ahli berspekulasi bahwa triptofan yang terkandung dalam susu bisa membuat seseorang menjadi ngantuk akibat melatonin yang dilepaskan. Tapi Dr Timothy Morgenthaler selaku ahli tidur dari Mayo Clinic menuturkan bahwa jumlah triptofan dalam susu belum cukup untuk menginduksi rasa kantuk.

Nah, para ahli menuturkan bahwa rasa kantuk yang dihasilkan dari segelas susu hangat lebih terkait pada efek psikologis. Mengapa? Diungkaokan bahwa susu identik dengan seorang ibu sehingga kebanyakan orang akan mengingat pengalaman yang menyenangkan mengenai ibunya.

Perasaan nyaman dan kenangan yang ada ini bisa menginduksi serotonin, yaitu bahan kimia di otak yang membentuk sensasi relaksasi serta rasa sejahtera yang memicu kantuk. Faktor lain yang memengaruhi adalah susu bisa menghangatkan tubuh. Nah, kondisi tubuh yang hangat akan membuat otot menjadi lebih rileks dan memperlambat respons. Perlambatan respons dan otot yang rileks ini memicu rasa kantuk dan ingin tidur.

4. Pakai kaus kaki

National Sleep Foundation mengungkapkan bahwa memakai kaus kaki bisa membuat tidur lebih nyenyak. Di tengah musim hujan dengan kondisi cuaca dingin, memakai kaus kaki saat tidur bisa menghangatkan sehingga Anda merasa lebih nyaman. Tak cuma itu, memakai kaus kaki di malam hari juga bisa mengirimkan sinyal kepada otak bahwa ini saatnya untuk tidur. Menghangatkan kaki yang dingin menyebabkan vasodilatasi, yakni pelebaran pembuluh darah.

Ketika pembuluh darah di tangan dan kaki terbuka, panas kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh. Inilah yang menjadi semacam pemberitahuan ke otak bahwa itu adalah waktunya tidur.

Beberapa waktu lalu, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, pakar kesehatan tidur dari RS Medistra, beberapa waktu lalu menuturkan bagian tubuh yang paling sensitif terhadap suhu adalah telapak kaki. Ketika suhu terasa begitu dingin bisa membuat tidur seseorang terganggu. Nah, mengenakan kaus kaki lebih menguntungkan ketimbang hanya mengandalkan selimut. Sebab kaus kaki selalu menempel di kaki, meskipun banyak gerak saat tidur.

 

Sumber: detik.com



Berita Terbaruberita terbaru lainnya

Gerbang Tol Kertasari Tegal Macet

access_time13 Juni 2018 12:43:56

Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Makin Banyak Anak, Benarkah Gigi Ibu Jadi Lebih Sedikit?

access_time 13 Juni 2018 12:26:13 folder_open 36

Wow, Peneliti Sebut Daun Teh Bermanfaat untuk Cegah Kanker Paru

access_time 28 Mei 2018 14:24:51 folder_open 56

Tren Unik Tanam Perhiasan di Bola Mata

access_time 28 Mei 2018 14:02:44 folder_open 62




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu