Home / Artikel / Healthy / Berhenti makan Jank Food, pria ini berhasil menurunkan setengah dari berat badannya

Berhenti makan Jank Food, pria ini berhasil menurunkan setengah dari berat badannya


Berhenti makan Jank Food, pria ini berhasil menurunkan setengah dari berat badannya

Memiliki berat badan berlebihan nggak cuma bahaya buat kesehatan tapi juga nggak sedap dipandang mata. Selain itu obesitas juga dapat membatasi gerak-gerik. Bahkan kegemukan yang berlebih dapat menyebabkan kematian. Karena lemak yang terlalu tebal membuat orang sulit bernafas dan bergerak sehingga menjadi pemicu kematian. Terutama wanita, mereka lebih menyukai badannya yang langsing. Karena jika tubuhnya langsing, ia akan dengan mudah memakai dan membeli pakaian tanpa danya kekhawatiran. Bahkan akan banyak lelaki yang memandangnya. Namun yang menjadi pembahasan kali ini adalah seorang lelaki yang terinspirasi menurunkan berat badan karena bully

Kisah seorang mantan bully

Pengalaman di-bully karena obesitas ini sudah dialami Andy Albertson (22) sejak kelas 5 SD atau usia 11 tahun.

Nggak cuma diejek oleh temannya, bahkan gurunya kala itu turut membedakannya. Jika siswa yang baik boleh mendapat permen, tidak bagi Andy. Sang guru tak mau memberinya permen karena badannya yang sudah gendut.

Setelah lulus SD, masa SMP-SMA dia pun nggak jauh beda. Andy tak mampu bersaing dengan teman-temannya yang bertubuh proporsional untuk masuk tim sepak bola maupun bisbol di sekolah. Ejekan dan bully yang ia terima sejak kecil membuatnya semakin stres sehingga meluapkannya lewat makanan yang tak terkontrol. Andy gemar makan junkfood dan makanan cepat saji lainnya.

Dilansir brilio.net dari dailymail, Selasa (21/2), ibu Andy menyebutkan anaknya itu tak pernah melewatkan sarapan 'besarnya'. Nggak heran dengan pola makan seperti ini, Andy memiliki berat badan 131 Kilogram sejak SMP. "Selain sarapan, makan siangnya pun lebih sering makanan cepat saji. Enam potong ayam goreng, kentang goreng dan soda besar lah minimal," ceritanya.

Kebiasaan buruknya pun berlanjut hingga dewasa, hingga Andy menyadari berat badannya telah mencapai 143 kilogram di usia 22 tahun. Hingga akhirnya Andy memutuskan untuk merubah pola hidupnya menjadi lebih sehat. Awal tahun 2015 menjadi titik baliknya. "Saya lelah menjadi gemuk, dan gemuk itu menyusahkan," ujar Andy.

Sejak saat itu, Andy benar-benar menghapus junkfood maupun makan cepat saji dari menu makannya. Ia juga rajin pergi ke gym dan membeli alat treadmill di rumah. Nggak berhenti di situ, niatnya pun semakin bulat ketika mendapatkan seorang pelatih pribadi.

Pelatih pribadi nggak cuma mengatur jadwal Andy saja tapi juga memperhatikan kalori makanan yang dikonsumsi. Hasilnya, enam bulan pertama Andy mampu menurunkan 28 Kilogram beratnya. Kini total Andy sudah berhasil mencapai berat badan ideal 63 Kilogram.

Lebih dari separuh berat badan awalnya bukan? Nah, jika kamu sedang mengalami masalah seperti Andy boleh mulai dengan tak lagi makan junkfood.

 

Sumber: vebma.com



Berita Terbaruberita terbaru lainnya

Gerbang Tol Kertasari Tegal Macet

access_time13 Juni 2018 12:43:56

Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Makin Banyak Anak, Benarkah Gigi Ibu Jadi Lebih Sedikit?

access_time 13 Juni 2018 12:26:13 folder_open 36

Wow, Peneliti Sebut Daun Teh Bermanfaat untuk Cegah Kanker Paru

access_time 28 Mei 2018 14:24:51 folder_open 56

Tren Unik Tanam Perhiasan di Bola Mata

access_time 28 Mei 2018 14:02:44 folder_open 62




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu