Home / Artikel / Healthy / 3 Test Untuk Mendeteksi Leukemia

3 Test Untuk Mendeteksi Leukemia


3 Test Untuk Mendeteksi Leukemia

Ada berbagai tes yang bisa dilakukan untuk membantu mendiagnosa pasien leukemia. Tiga metode berikut adalah yang paling umum:

1. Pemeriksaan Fisik - Sering digunakan untuk memeriksa benjolan, kelainan, atau gejala leukemia tertentu yang mungkin ada pada pasien. Pemeriksaan ini biasanya mencakup revisi menyeluruh riwayat medis pasien, riwayat keluarga, dan faktor risiko yang mungkin ada khusus untuk pasien. Setelah pemeriksaan selesai, biasanya tes darah diikuti.

2. Tes Darah - Seperti tes KB lengkap (complete blood count) dapat mendeteksi leukemia dengan menentukan jumlah sel darah merah dan putih, bersamaan dengan trombosit (sel darah tipis kecil yang membantu darah berhenti mengalir dari Dipotong menjadi tebal dan lengket), jumlah sel darah merah yang make-up sampel darah, dan jumlah hemoglobin yang ada di dalam darah.

- Paparan darah periferal (lapisan tipis darah [diwarnai] diolesi pada selubung mikroskop yang memungkinkan sel diperiksa secara mikroskopis) untuk mengetahui adanya "sel blast", yang akan mengungkapkan jenis dan kuantitas darah putih. Sel yang ada, bisa juga digunakan.

- Analisis sitogenetik darah dapat digunakan untuk memeriksa adanya perubahan pada kromosom limfosit, bersama dengan tes darah lainnya untuk melihat seberapa baik organ tubuh berfungsi.

3. Biopsi - Jarum halus biasanya dimasukkan ke dalam tulang pinggul atau payudara untuk menghilangkan sampel tulang, atau sumsum tulang untuk pemeriksaan mikroskopik di laboratorium (aspirasi sumsum tulang [paling umum]). Sampel biasanya diperiksa oleh ahli patologi untuk setiap tanda-tanda sel kanker.

Bentuk biopsi lainnya dapat meliputi:

(A) Biopsi kelenjar getah bening - tergantung pada jenis leukemia yang dicurigai (kelenjar getah bening dikeluarkan untuk diperiksa oleh ahli patologi).

(B) Lumbar Puncture / Spinal Tap - adalah tempat cairan spinal dikeluarkan dari antara tulang belakang di tulang belakang, untuk diperiksa oleh ahli patologi.

Prosedur lain selama proses biopsi meliputi:

CT Scans, X-ray, MRI's (Magnetic Resonance Imaging), dan Ultra Sound Scans.

 

Sumber: vebma.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Ini Keuntungan Minum Susu Cokelat Usai Olahraga

access_time 16 Juli 2018 11:13:19 folder_open 15

Tips Jitu Bikin Konten yang Viral di Medsos

access_time 05 Juli 2018 22:39:57 folder_open 38

Makin Banyak Anak, Benarkah Gigi Ibu Jadi Lebih Sedikit?

access_time 13 Juni 2018 12:26:13 folder_open 73




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu