Home / Artikel / Food / Ini Bukti Baru Makanan Cepat Saji Rugikan Kesehatan

Ini Bukti Baru Makanan Cepat Saji Rugikan Kesehatan


Ini Bukti Baru Makanan Cepat Saji Rugikan Kesehatan

Umum diketahui, makanan cepat saji dapat menaikkan berat badan dengan mudah akibat tingginya kalori dan lemak dalam satu sajian.

Morgan Spurlock membuktikannya melalui film dokumenter Super Size Me yang membuatnya mengalami kerusakan hati dan disfungsi seksual.

Penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan dari Universitas Bonn menambah alasan untuk tak mengonsumsi makanan cepat saji.

Mereka menemukan bahwa cara kerja tubuh merespon makanan tinggi lemak dan kalori sama seperti saat menangkis infeksi bakteri ketika sakit.

Temuan ini akan dipublikasikan di jurnal Cell.

Dengan menggunakan tikus model, para ilmuwan menemukan bahwa hewan yang makan makanan cepat saji mengembangkan respons inflamasi akut

" Makanan yang tidak sehat menyebabkan peningkatan jumlah sel kekebalan tertentu yang tidak terduga dalam darah tikus dan terjadi peradangan akut," kata Annette Christ, salah satu penulis penelitian seperti dilansir Newsweek, Sabtu (13/1/2018).

Christ dan koleganya memberi diset sereal pada tikus selama empat minggu. Dalam rentang waktu tersebut, peradangan akut berkurang. Namun sel imun yang diprogram oleh makanan yang tidak sehat tetap sama. Artinya, dampak dalam level sel dari konsumsi makanan tidak sehat bertahan lama.

"Baru-baru ini ditemukan bahwa sistem kekebalan bawaan memiliki ingatan," kata penulis penelitian lainnya, Dr. Eicke Latz, seorang Direktur Institut Imunitas Anak Universitas Bonn.

"Setelah infeksi, pertahanan tubuh tetap dalam keadaan siaga, sehingga mereka bisa merespons lebih cepat serangan baru," sambungnya.

Ginger Hultin, ahli gizi dan juru bicara ahli gizi terdaftar untuk Academy of Nutrition and Dietetics berkata mengonsumsi makanan cepat saji terkadang tak berdampak negatif dalam jangka panjang.

Meski demikian, ia membenarkan bahwa mengonsumsi makanan olahan secara berlebihan dapat menyebabkan inflamasi.

Dr. Frank Lipman, penulis buku Be Well dan pendiri Pusat Kesehatan Eleven Eleven di New York City mengatakan, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cell pada Kamis (11/1/2018) tak terlalu mengejutkan. Sebab hal itu telah Lipman lihat saat praktek.

"Penelitian ini mengkonfirmasikan apa yang saya lihat dalam praktek saya setiap hari. Memakan makanan cepat saji, menyebabkan masalah kesehatan," kata Lipman.

 

Sumber: kompas.com



Berita Terbaruberita terbaru lainnya

Gerbang Tol Kertasari Tegal Macet

access_time13 Juni 2018 12:43:56

Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Makin Banyak Anak, Benarkah Gigi Ibu Jadi Lebih Sedikit?

access_time 13 Juni 2018 12:26:13 folder_open 39

Wow, Peneliti Sebut Daun Teh Bermanfaat untuk Cegah Kanker Paru

access_time 28 Mei 2018 14:24:51 folder_open 58

Tren Unik Tanam Perhiasan di Bola Mata

access_time 28 Mei 2018 14:02:44 folder_open 64




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu