Home / Artikel / Healthy / Alasan Ilmiah di Balik Manfaat Sesekali Berpuasa

Alasan Ilmiah di Balik Manfaat Sesekali Berpuasa


Alasan Ilmiah di Balik Manfaat Sesekali Berpuasa

Jakarta - Baik sebagai alasan diet ataupun spiritual, sesekali berpuasa sempat menjadi bahasan saat diet menjadi tren tahun lalu. Sebuah studi dari peneliti di University of Surrey ungkap bahwa diet dengan sesekali berpuasa punya banyak manfaat kesehatan.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition, para peneliti menugaskan 27 peserta yang kegemukan untuk memilih melakukan salah satu jenis diet antara diet 5:2 atau diet calorie counting (menghitung kalori), dan mereka punya tujuan yang sama, yakni menurunkan 5 persen bobot mereka.

Diet 5:2 adalah diet di mana seseorang makan seperti biasa selama 5 hari dan secara ketat mengurangi kalori menjadi 600 kalori pada dua hari selanjutnya, seakan berpuasa.

Sementara mereka yang mengikuti diet calorie counting diminta untuk makan 600 kalori lebih sedikit tiap harinya dari rata-rata asupan kalori harian, yaitu sekitar 1.400 kalori bagi wanita dan 1.900 kalori bagi pria.

Tujuannya adalah melihat efek dari diet tersebut pada kemampuan tubuh untuk memetabolisme lemak dan glukosa setelah makan dan membandingkannya dengan efek penurunan bobot yang dihasilkan diet calorie counting.

Perlu dicatat bahwa studi ini masih relatif kecil dan 20 persen dari peserta menyerah karena alasan tidak dapat menoleransi diet atau tidak dapat mencapai target turun bobot 5 persen tersebut.

Akan tetapi yang berhasil menyelesaikannya, mereka yang mengikuti diet 5:2 berhasil mencapai target dalam 59 hari dibandingkan mereka yang mengikuti diet calorie counting yang bisa menyelesaikan dalam 73 hari.

Mereka yang melakukan diet 5:2 membersihkan lemak (trigliserida) dari dalam darah setelah makan lebih cepat daripada mereka yang melakukan diet calorie counting.

"Tak ada perbedaan dalam mengatasi glukosa, namun kami terkejut menemukan adanya variasi antara kedua jenis diet dalam C-peptide (penanda sekresi insulin dari pankreas) setelah makan, yang akan kami teliti lebih jauh," tulis studi tersebut, dikutip dari Business Insider.

Ditemukan juga bahwa tekanan darah sistolik para peserta juga berkurang 9 persen pada mereka yang melakukan diet 5:3 dibandingkan peningkatan 2 persen yang terjadi pada mereka yang melakukan calorie counting. Hal ini disebutkan berpotensi untuk mengurangi insiden stroke dan serangan jantung.

Diet 5:2 tersebut memang tak semua orang bisa melakukannya. Namun bagi yang mampu secara baik melakukannya, secara potensial dapat memberikan manfaat pada beberapa penanda risiko penting dalam penyakit kardiovaskular lebih dari diet biasa harian.

Sehingga artinya, sesekali berpuasa mempunyai manfaat kesehatan tak hanya berpengaruh dalam penurunan bobot namun juga perkembangan kesehatan yang lebih baik.

"Walau begitu, kami tetap membutuhkan studi yang lebih lanjut untuk mengonfirmasi mekanisme yang mendasari dan untuk meningkatkan toleransi pada diet 5:2," pungkas Rona Antoni, salah satu peneliti dalam studi tersebut.

 

Sumber: detik.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

3 Zat Kimia yang Membuat Makanan Bisa Menyala Saat Dibakar

access_time 30 September 2018 16:56:01 folder_open 48

Sakit Tengorokan? Racik 5 Minuman Herbal Ini untuk Mengatasinya

access_time 08 Agustus 2018 09:18:26 folder_open 163

Peegasm, Kenikmatan Setelah Menahan Pipis yang Ternyata Berbahaya

access_time 08 Agustus 2018 09:06:09 folder_open 259




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu