Home / Artikel / Healthy / 5 Fakta Soal Virus Nipah, Penyakit Langka yang Ditularkan Kelelawar

5 Fakta Soal Virus Nipah, Penyakit Langka yang Ditularkan Kelelawar


5 Fakta Soal Virus Nipah, Penyakit Langka yang Ditularkan Kelelawar

10 Orang meninggal dan 94 orang lainnya sedang menjalani karantina akibat mewabahnya virus Nipah di Kerala, India bagian selatan. Penanganan oleh pemerintah setempat pun terus diupayakan untuk mencegah penularan meluas.

Virus Nipah mungkin memang terdengar asing di telinga. Wajar saja, sebab penyakit ini tergolong langka dan baru ditemukan pada tahun 1998. Meski begitu, WHO memasukkan nama virus Nipah sebagai salah satu dari delapan penyakit berbahaya yang bisa menimbulkan wabah di tahun 2018.

Asal Usul Nama Virus Nipah

Virus Nipah ditemukan pada tahun 1998 di Malaysia. Nama virus Nipah diambil dari tempat pertama kalinya wabah berlangsung yakni di Kampung Sungai Nipah, Malaysia.

Virus Nipah sendiri merupakan jenis virus RNA dan bagian dari keluarga Paramyxodivae, salah satu patogen penyakit zoonotik (bersumber dari hewan) yang berbahaya.

Ditularkan oleh Kelelawar

Virus ini ditularkan oleh kelelawar buah dari keluarga Pteropodidae dengan dua cara. Pertama, kontak langsung manusia dengan air liur kelelawar. Kedua, memakan buah yang sudah digigit kelelawar di atas pohon.

Uniknya, penyakit ini juga mudah menular ke hewan, terutama babi di peternakan. Kontak dengan babi yang tertular penyakit ini dari kelelawar juga bisa menyebabkan infeksi.

Bisa Menyerang Otak

Infeksi virus Nipah tidak memiliki gejala khusus. Pasien biasanya merasakan gejala mirip dengan infeksi saluran napas yakni sesak dan kesulitan bernapas, sakit kepala, nyeri otot, mual-muntah hingga radang tenggorokan.

Pada tingkat lanjut, infeksi virus Nipah bisa menyebabkan tubuh lemas, masalah saraf dan kehilangan kesadaran. Penanganan terlambat dapat menyebabkan komplikasi ke otak dan menyebabkan koma.

Beresiko Kematian

Virus Nipah punya angka kematian yang cukup tinggi, yakni 40 hingga 75 persen. Kelompok paling berisiko adalah anak-anak dan orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah.

Di sisi lain, tenaga kesehatan menjadi kelompok paling berisiko tertular virus Nipah dalam konteks penularan dari manusia ke manusia.

Riwayat Wabah

Sampai saat ini wabah virus Nipah baru terjadi di Asia Tenggara. Pada tahun 1998-1999, wabah virus Nipah menyerang Malaysia dan Singapura yang bersumber dari babi ternak.

Bangladesh sempat mengalami wabah pada tahun 2001 dan 2004, di mana buah yang digigit kelelawar menjadi sumber utama penularan. Virus Nipah juga lazim ditemukan di India, meskipun tak pernah mewabah seperti sekarang.

 

Sumber: detik.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Sakit Tengorokan? Racik 5 Minuman Herbal Ini untuk Mengatasinya

access_time 08 Agustus 2018 09:18:26 folder_open 36

Peegasm, Kenikmatan Setelah Menahan Pipis yang Ternyata Berbahaya

access_time 08 Agustus 2018 09:06:09 folder_open 64

Habis Makan Siang Jangan Langsung Tidur, 4 Hal Ini Mengintai

access_time 06 Agustus 2018 12:35:15 folder_open 68




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu