Home / News / Otomotif / Honda: Recall Mobil Itu Tidak Murah!

Honda: Recall Mobil Itu Tidak Murah!


Honda: Recall Mobil Itu Tidak Murah!

Jakarta - Sudah kewajiban produsen mobil untuk melakukan recall atau pemanggilan kembali kendaraan saat terjadi kesalahan di pabrik. Namun sayang masih banyak yang beranggapan hal ini adalah satu kelemahan dari satu merek. Hal ini yang disesalkan Honda.

Karena menurut PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen pemegang merek mobil Honda di Indonesia, recall tidaklah salah dan memang wajib dilakukan setiap pabrikan. Bahkan saat sekali mengumumkan recall saja butuh uang yang besar.

Honda baru-baru ini melakukan kampanye product update (PUD) komponen master cylinder dan master power pada sistem pengereman kendaraan untuk Honda Mobilio tahun produksi 2014 - 2017, Honda Brio tahun produksi 2014 - 2017, Honda Jazz tahun produksi 2014 - 2017, Honda HR-V tahun produksi 2014 - 2017 dan Honda BR-V tahun produksi 2015 - 2017. Mobil yang harus ditarik jumlahnya sebanyak 463.891 unit di Indonesia.

Dari hitungan kasar, master cylinder saja harga di pasaran mencapai sekitar Rp 2 jutaan. Sementara master power sekitar Rp 300-500 ribu. Silakan kalikan dengan jumlah unit mobil yang ditarik Honda. Angkanya cukup besar memang. Belum termasuk biaya pemasangan ya.

"Recall ini tidak mudah, memakan biaya besar, waktunya banyak. Belum lagi kenyataannya di lapangan, konsumen ingin terburu-buru (penyelesaiannya-Red). Dan memang ini harus dilakukan secara bertahap sampai selesai. Itu akan kami lakukan sesuai dengan instruksi, jika tidak ada (yang di-recall) ya perbaikan biasa saja," kata Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy di Jakarta.

Jonfis menambahkan semua keputusan recall ada di pihak prinsipal Honda Motor Co di Jepang. HPM sendiri tidak bisa begitu saja memutuskan recall, HPM harus melaporkan terlebih dulu pada Jepang.

"Semua masalah harus dilaporankan, ini dilakukan Honda Motor (yang memutuskan Recall-Red). Honda Motor akan mengecek yang menjadi permasalahan. Apakah masa pemakaian? Atau lainnya, kita cek semuanya," ujar Jonfis.

"Misalnya harusnya part ini kerjaannya tidak begini, ya seperti mungkin ini karena kelalaian atau mesin error, Honda Motor (prinsipal) akan menilai apakah ini harus recall atau tidak. Dan kita (HPM-Red) mendeteksi dari konsumen, ini akan kita jadikan laporan dan akan kita kasih ke Honda Motor (prinsipal Honda-Red), baru mereka akan memutuskan akan recall atau tidak," tambah Jonfis.

 

Sumber: detik.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Tips Bugar untuk Pekerja Kantoran: Manfaatkan Jam Makan Siang!

access_time 12 Desember 2018 12:34:09 folder_open 23

5 Keuntungan Sehat Punya Istri Lebih Muda

access_time 11 Desember 2018 10:26:39 folder_open 25

5 Makanan yang Ternyata Lebih Jahat dari Kentang Goreng Kalau Salah Masak

access_time 10 Desember 2018 17:09:47 folder_open 20




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu