Home / News / Entertainment / Penulis Skenario Benyamin Biang Kerok Ngaku Belum Terima Honor

Penulis Skenario Benyamin Biang Kerok Ngaku Belum Terima Honor


Penulis Skenario Benyamin Biang Kerok Ngaku Belum Terima Honor

Jakarta - Sidang mediasi antara penulis skenario Syamsul Fuad dengan pihak film 'Benyamin Biang Kerok' ditunda kembali hingga tanggal 12 April mendatang. Hal ini begitu mengecewakan Syamsul.

Hal itu diakibatkan karena administrasi dari pihak Falcon Pictures dan Max Pictures yang belum lengkap.

"Itu kelihatannya mereka kayak menyepelekan. Itu kan surat-surat. Harusnya dari semenjak awal dipersiapkan waktu sidang pertama dipersiapkan surat kuasa. Udah berjalan kedua kali baru dipersiapkan, masih belum lengkap. Itu kan artinya menyepelekan," ujar Syamsul saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (5/4).

Selain hak cipta, Syamsul juga menuntut sejumlah royalti yang ia rasa memang patut ia terima.

"Belum (belum terima royalti). Nuntut kita tuntut. Honor saya aja belum dikasih. Sebagai hak cipta coba kalian nggak dibayar, gimana sakit hati nggak, itu aja," tambahnya.

Pihak Syamsul pun telah membawa bukti-bukti yang dapat memperkuat tuntutannya.

"Sudah dipersiapkan. Jadi kami sudah punya bukti dokumen tahun 1972-1973. Sinopsis cerita dari cerita film yang saat ini sedang beredar. Kemudian ada Biang Kerok juga, dan kita juga sudah siapkan saksi-saksi yang mendukung. Dokumennya memang ada di pusat data yang dikelola oleh sinematografi Indonesia," jelas Bakhtiar Yusuf, kuasa hukum Syamsul.

 

Sumber: detik.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Tips Bugar untuk Pekerja Kantoran: Manfaatkan Jam Makan Siang!

access_time 12 Desember 2018 12:34:09 folder_open 23

5 Keuntungan Sehat Punya Istri Lebih Muda

access_time 11 Desember 2018 10:26:39 folder_open 25

5 Makanan yang Ternyata Lebih Jahat dari Kentang Goreng Kalau Salah Masak

access_time 10 Desember 2018 17:09:47 folder_open 20




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu