Home / News / Teknologi / 1 NIK Dipakai 2,2 Juta Nomor, ATSI: Tegaskan Larangan

1 NIK Dipakai 2,2 Juta Nomor, ATSI: Tegaskan Larangan


1 NIK Dipakai 2,2 Juta Nomor, ATSI: Tegaskan Larangan

Jakarta - Program registrasi SIM card prabayar menuju akhir perjalanannya, menunai banyak peristiwa, seperti penyalahgunaan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) sampai digunakan hingga 2,2 juta nomor seluler.

Kejadian itu membuat operator-operator seluler yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyatakan sikapnya.

Ketua Umum ATSI Merza Fachys, mengatakan kejadian satu NIK untuk mendaftarkan nomor seluler dalam jumlah yang banyak, bukanlah suatu kesalahan menurutnya. Kendati begitu, operator melakukan perbaikan dalam implementasi program registrasi ini.

"Kita semua anggota ATSI sepakat, yang pertama adalah sejak kasus ini ramai kemarin, kita sepakat melarang seluruh distributor melakukan aktivasi dengan menggunakan NIK dan KK yang tidak berhak. Jangan lagi, minjem KK orang lain tapi orangnya tidak tahu, nyontek yang banyak di Google, bahwasanya masih ada yang tidak paham kalau ini pelanggaran besar," ungkapnya di Kantor ATSI di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Sejak saat itu, diklaim ATSI, melakukan sosialisasikan kejadian tersebut yang masuk dalam pelanggaran besar dan dinyatakan berbahaya. Semua jalur tata niaga operator, kata Merza, diingatkan kembali agar registrasi dengan cara yang benar.

"Dengan menggunakan NIK dan KK yang sah dan berhak digunakan," ucapnya.

Kedua, ATSI telah melakukan pelarangan kepada mereka yang mendaftarkan nomor seluler secara massal, seperti satu NIK dimanfaatkan meregistrasi ratusan sampai ribuan SIM card prabayar.

"Kita sepakat kalau mendaftarkan di atas 10 nomor itu bagian dari registrasi massal," ungkap Merza yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Smartfren.

Ketiga, untuk semua nomor yang sebelumnya sudah terlanjur aktif secara massal karena penyalahgunaan, maka operator akan mengembalikan statusnya seperti belum teregistrasi.

"Keempat, kartu yang sudah teregistrasi secara massal itu bisa digunakan dengan cara meregistrasi ulang atas namanya sendiri," sebutnya.

 

Sumber: detik.com



Berita Terbaruberita terbaru lainnya

Gerbang Tol Kertasari Tegal Macet

access_time13 Juni 2018 12:43:56

Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Makin Banyak Anak, Benarkah Gigi Ibu Jadi Lebih Sedikit?

access_time 13 Juni 2018 12:26:13 folder_open 39

Wow, Peneliti Sebut Daun Teh Bermanfaat untuk Cegah Kanker Paru

access_time 28 Mei 2018 14:24:51 folder_open 58

Tren Unik Tanam Perhiasan di Bola Mata

access_time 28 Mei 2018 14:02:44 folder_open 67




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu