Home / News / Teknologi / Warren Buffett: Bitcoin Bukan Investasi, Tapi Spekulasi

Warren Buffett: Bitcoin Bukan Investasi, Tapi Spekulasi


Warren Buffett: Bitcoin Bukan Investasi, Tapi Spekulasi

Jakarta - Belakangan, banyak orang membeli bitcoin untuk dijadikan investasi. Namun, Warren Buffett, salah satu orang terkaya dunia, kurang setuju akan hal tersebut.

Jelang pertemuan pemegang saham Berkshire Hathaway 2018, Buffett sempat diinterview. Dia ditanya mengenai pandangannya tentang cryptocurrencies, terutama bitcoin.

Buffett mengatakan ada dua jenis barang yang dibeli, dan dipikirkan orang bahwa mereka berinvestasi. Yang satu memang invetasi, sementara lainnya tidak. Nah bitcoin masuk golongan bukan investasi.

"Jika kami membeli sebuah pertanian, apartemen atau sebuah bisnis, kamu dapat melakukan secara pribadi. Dan itu adalah investasi yang sangat memuaskan. Kamu melihat investasi itu mengirimkan keuntungan untukmu," ujarnya.

"Jika kamu membeli bitcoin atau cryprocurrency lain, kamu tidak memiliki apapun yang menghasilkan apapun. Kamu hanya berharap orang membayar lebih banyak," papar pria berkacamata itu seperti dikutip Yahoo Finance, Minggu (29/4/2018).

Menurut Buffett, ketika orang membeli cryptocurrency, dia sejatinya tidak berinvestasi. Namun mereka melakukan spekulasi.

"Tidak salah kamu melakukan itu. Jika kamu ingin berjudi, orang lain akan datang dan membayar lebih banyak uang besok. Ini adalah salah satu jenis permainan. Itu bukan investasi," kata pria yang menjadi orang terkaya ke-3 di dunia itu.

Kendati dinilai bukan investasi, saat ini banyak bank-bank besar dan perusahaan ternama telah menerima cryptocurrency. Financial Counsellor and Director for the Monetary and Capital Markets Department IMF Tobias Adrian mengatakan cryptocurrency merupakan satu keniscayaan yang saat ini sudah ada dan mulai mewarnai sistem keuangan di seluruh dunia.

"Beberapa teknologi di balik aset crypto bisa membuat infrastruktur pasar keuangan seperti sistem pembayaran menjadi lebih efisien," kata dia dalam paparannya di gedung IMF, Washington DC beberapa waktu lalu.

Namun, tak semua hal terkait cryptocurrency adalah hal yang menyenangkan. Karena, menurut Adrian, di saat yang sama cryptocurrency menyimpan risiko negatif bagi sistem keuangan itu sendiri.

Untuk itu, kata Adrian, pemerintah dan pembuat kebijakan di berbagai negara harus mulai menyusun kebijakan yang jelas terkait cryptocurrency agar potensi permasalahan yang bakal timbul di masa depan bisa dicegah.

 

Sumber: detik.com



Berita Terbaruberita terbaru lainnya

Gerbang Tol Kertasari Tegal Macet

access_time13 Juni 2018 12:43:56

Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Makin Banyak Anak, Benarkah Gigi Ibu Jadi Lebih Sedikit?

access_time 13 Juni 2018 12:26:13 folder_open 39

Wow, Peneliti Sebut Daun Teh Bermanfaat untuk Cegah Kanker Paru

access_time 28 Mei 2018 14:24:51 folder_open 58

Tren Unik Tanam Perhiasan di Bola Mata

access_time 28 Mei 2018 14:02:44 folder_open 64




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu