Home / Sports / Bola Basket / Kalahkan CLS di Laga Penentuan, Satria Muda ke Final

Kalahkan CLS di Laga Penentuan, Satria Muda ke Final


Kalahkan CLS di Laga Penentuan, Satria Muda ke Final

Jakarta - Satria Muda Jakarta akhirnya mengamankan posisi di final IBL 2017, setelah menumbangkan juara bertahan CLS Knights Surabaya 74-69 di semifinal gim ketiga.

Bertanding di Britama Arena Kelapa Gading, Jakarta Timur, pada Minggu (23/4/2017), Smith Ashton, kapten CLS, langsung membuka angka untuk tim di kuarter pertama. Namun hal itu tak berlangsung lama karena SM juga terus menambah angka sampai akhirnya skor kuarter pertama berakhir 12-12.

Memasuki kuarter dua, aksi saling mengejar poin terjadi pada laga. Bahkan beberapa kali mereka sempat seri. SM mendominasi 31-28, setelah Christian Ronaldo Sitepu menambahkan angka dua poin diakhir kuarter dua.

Memasuki kuarter tiga, laga semakin sengit. CLS sempat menyulitkan tuan rumah, kendati akhirnya SM mampu meninggalkan lawan dan menyudahi laga dengan skor 61-48.

Keunggulan tersebut kemudian berhasil dipertahankan SM pada kuarter keempat dengan skor 74-69.

Menanggapi kemenangan hari ini, pelatih SM, Youbel Sondakh, mengapresiasi timnya. Dia menyebut permainan timnya luar biasa, khususnya big man.

"Mereka main luar biasa dan sudah lakukan yang terbaik. CLS Knight juga begitu. Tapi memang dua dua tim ada keinginan besar untuk menang hari ini," kata Youbel.

"Dari awal pun saya lihat mereka mau menunjukkan sesuatu, apalagi sebelumnya di gim pertama saat pertandingan di Surabaya mereka kalah. Dan sekarang main di kandang itu yang buat motivasi anak-anak jadi lebih juga, " katanya.

Christian Ronaldo mengucapkan rasa syukurnya atas kemenangan timnya yang akhirnya mengantarkan SM menuju final. " Terimakasih kepada Tuhan karena kita menang. Terimakasih juga kepada CLS karena perlawanan mereka luar biasa," kata dia.

"Kemenangan hari ini untuk Arki dan kami mencoba mengeluarkan apa yang kami punya sebagi tim," ungkap Dodo, panggilan Chriatian Ronaldo Sitepu.

Sementara itu, pelatih CLS Wahyu Widayat Jati tak mampu menyembunyikan rasa kecewa akibat kekalahan timnya hari ini.

"Kesalahan anak-anak hari ini selalu membiarkan lawan open di middle. Padahal sudah diingatkan pada saat video season," kata Cacing, panggilan akrab Wahyu Widayat Jati, terpisah.

"Mereka juga bermasalah di kuarter tiga. Saya juga tidak tahu kenapa mereka di Jakarta tidak perform. Keinginan mereka untuk menang tidak sebesar di mulut. Tidak hanya hari ini, tetapi beberapa laga sebelumnya juga begitu. Tapi apapun yang terjadi ini tanggung jawab saya sebagai pelatih, ke depan seperti apa. Rencana seperti apa," ucap Cacing.

Satria Muda akan melalui babak final dengan menghadapi pemenang antara Aspac dan Pelita Jaya yang berlangsung dua pekan lagi.

 

Sumber: sport.detik.com







Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu