Home / Wondeful Indonesia / Pariwisata / Goa Cerme, Tempat Wisata Dengan Sejarah Walisongo

Goa Cerme, Tempat Wisata Dengan Sejarah Walisongo


Goa Cerme, Tempat Wisata Dengan Sejarah Walisongo

Wisata bawah tanah seperti goa memang seringkali memacu adrenalin kita ketika berada di dalamnya. Suasana yang gelap dan sunyi membuat takut namun sekaligus membuat penasaran dengan isinya. Begitu juga dengan wisata Goa Cerme merupakan goa yang diyakini sebagai tempat perkumpulan para Walisongo. Dari kata “cèrme” yang berarti ceramah atau pembicaraan, Goa Cerme ini dulunya digunakan oleh para Walisongo untuk menyebarkan Islam di Jawa. Karena itulah goa ini digunakan oleh Walisongo untuk bertemu dan membicarakan berbagai hal tentang Islam. Misalnya ketika itu adalah untuk membicarakan pembuatan Masjid Agung Demak. Goa Cerme sudah dikenal sebagai objek wisata sejak tahun1980-an.

Objek Wisata

Dengan panjang 1,5 km, Goa Cerme ini menembus dua wilayah. Keunikan tersebut karena pintu masuk goa berada di Dusun Srunggo, Bantul sedangkan pintu keluarnya berada di daearah Ploso, Gunungkidul. Goa Cerme termasuk goa yang dalam dan panjang. Karena kedalamannya tersebut, untuk mencapai dasar goa terdapat tangga dengan panjang 750 meter dan 760 anak tangga. Di dalam goa anda akan menemukan pemandangan yang indah khas goa seperti stalagtit dan stalagmit serta terdapat sungai bawah tanah, canopy, gourdam, flowstone, gordin dan lain sebagainya. Namun anda perlu berhati-hati ketika berada di dalam goa karena terdapat sarang kelelawar di beberapa tempat. Selain itu lantai di dalam goa juga tergenangi air dengan ketinggian 1 – 1,5 meter.

Goa Cerme yang panjang tersebut menjadikan goa memiliki banyak ruangan yang sering digunakan untuk bertapa. Ruangan tersebut yaitu bernama panggung pertemuan, air zam zam, mustoko, air suci, watu kaji, pelungguhan/paseban, kahyangan, grojogan sewu, air penguripan, gamelan, batu gilang, lumbung padi, gedung sekakap, kraton, panggung, goa lawa dan watu gantung. Karena banyaknya ruangan di dalam goa, disediakan jasa pemandu untuk menyusuri goa sehingga pengunjung tidak akan tersesat. Selain itu, di sekitar Goa Cerme terdapat goa-goa kecil lainnya yang cukup menarik untuk dilihat. Goa tersebut diantaranya yaitu Goa Dalang, Goa Ledek, Goa Badut, Goa Kaum yang biasa digunakan orang-orang untuk bertapa atau bersemedi.

Harga Tiket

Harga tiket untuk masuk Goa Cerme yaitu Rp. 2.500 dan untuk parkir sepeda motor dikenakan biaya Rp. 2000. Jika tidak membawa perlengkapan untuk masuk gua seperti penerangan, tersedia sewa headlamp (topi senter) dengan harga Rp. 5.000. Untuk jasa pemandu goa, dipatok harga minimal Rp. 30.000. Jasa pemandu ini biasanya diwajibkan bagi pengunjung demi keselamatan.

Lokasi

Secara geografis, Goa Cerme berapa dalam dua kabupaten. Pintu masuk Goa Cerme berada di Dusun Srunggono, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul dan tembus hingga Ploso, Desa Giritirto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta yang merupakan pintu keluar goa.

Akses

Dari terminal Giwangan menuju jalan Imogiri timur dan anda akan menemukan papan petunjuk arah menuju Goa Cerme. Setelah melewati daerah Selopamioro, anda akan disajikan dengan tajakan yang cukup tajam. Karena itu usahakan kendaraan dalam konsisi prima.

Anda juga bisa mencapai Goa Cerme dengan menggunakan kendaraan umum. Dari terminal Giwangan naik angkutan umum rute Jogja-Imogiri-Cerme. Setelah itu lanjutkan dengan berjalan kaki menuju Goa Cerme. Sebaiknya kunjungi Goa Cerme pada waktu pagi hari karena bus terakhir menuju Cerme adalah pukul 14.00 WIB.

Fasilitas

Fasilitas yang terdapat di Goa Cerme tidak begitu banyak. Diantaranya yaitu toilet, tempat pertemuan, pusat informasi dan warung makan.

Tips

  • Karena ruangan yang gelap dan minim penerangan, pengunjung diharuskan membawa alat penerangan seperti senter atau obor.
  • Karena medan cukup sulit, jangan panik ketika berada di dalam gua. Nikmati saja keindahan setiap tempat yang anda lalui.
  • Jangan lupa siapkan pakaian ganti karena banyak ruangan yang debit airnya hampir mencapai atap gua. Jadi anda harus siap-siap untuk basah kuyup.
  • Gunakan sepatu, bila perlu sepatu boot untuk melindungi kaki dari bebatuan gua yang cukup tajam.
  • Jangan terlalu sering menggunakan flash ketika mengambil gambar karena cahaya kamera dapat menakuti hewan yang berada dalam goa.
  • Jangan memegang ornament goa yang masih hidup karena itu dapat merusak menghentikan pertumbuhannya.

 

Sumber: wisata.javaindonesia.org



Pariwisatapariwisata lainnya

Pulau Kunti yang Tak Seseram Namanya

access_time05 Agustus 2017 22:18:13 folder_open 466

Keindahan Taman Air Taman Sari Keraton Yogyakarta

access_time08 Desember 2016 12:23:13 folder_open 1.509

Kepulauan Raja Ampat Objek Wisata Menarik di Papua

access_time08 November 2016 03:27:46 folder_open 1.494

Kulinerkuliner lainnya

Pedasnya Ayam Gepuk Pa Gembus

Pedasnya Ayam Gepuk Pa Gembus

access_time 19 Maret 2018 01:45:15 folder_open 252
Coba Nih, Sensasi Nasi Goreng Durian

Coba Nih, Sensasi Nasi Goreng Durian

access_time 05 Agustus 2017 22:43:51 folder_open 447
Serabi Spaghetti Bikin Kenyang

Serabi Spaghetti Bikin Kenyang

access_time 23 Oktober 2017 13:38:28 folder_open 280




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu